Sejarah Seni Tari.
Pada dasarnya kesenian terbagi menjadi dua, yakni seni rupa dan seni pertunjukan. Seni tari merupakan cabang seni yang termasuk dalam kategori seni pertunjukan. Sebagai negeri yang kaya keragaman adat, budaya dan kesenian, Indonesia memiliki banyak ragam seni tari sebagai gambaran adat dan budaya masyarakatnya.
Pada dasarnya kesenian terbagi menjadi dua, yakni seni rupa dan seni pertunjukan. Seni tari merupakan cabang seni yang termasuk dalam kategori seni pertunjukan. Sebagai negeri yang kaya keragaman adat, budaya dan kesenian, Indonesia memiliki banyak ragam seni tari sebagai gambaran adat dan budaya masyarakatnya.
Jaman Primitif
Jaman primitif merupakan sebutan untuk masa kehidupan masyarakat Indonesia pada jaman logam dan jaman batu yang mana pada saat itu kehidupan masyarakat di nusantara memiliki sistem kepercayaan animisme dan dinamisme.
Karena itu pula tarian yang dikenal dan dilakukan oleh manusia pada jaman primitif identik dengan ritual sakral yang dilakukan dalam berbagai acara pemujaan
"Soedarsono (dalam Nugraha, 2013:4) menyatakan bahwa pada orang-orang
Mimika terdapat panggung yang disebut Mbii Kawane yang khusus untuk mementaskan dramatari topeng, yang merupakan upacara penyembahan kepada arwah nenek moyang."
"Soedarsono (dalam Nugraha, 2013:4) menyatakan bahwa pada orang-orang
Mimika terdapat panggung yang disebut Mbii Kawane yang khusus untuk mementaskan dramatari topeng, yang merupakan upacara penyembahan kepada arwah nenek moyang."
Dari pernyataan tersebut dapat kita ketahui bahwa masyarakat pada jaman primitif telah mengenal adanya topeng sebagai media ritual magis dalam bentuk tarian. Dari hal tersebut pula kita dapat mengetahui bahwa ciri utama tarian primitif yakni bersifat magis. Untuk mengetahui contoh dan jenis tari pada masa tersebut kita bisa menyimak dalam perkembangan seni tari di Indonesia.
Jaman Feodal
Periodesasi tari di Indonesia pada jaman feodal meliputi masa hindu dan islam dimana pada masa tersebut masyarakat Indonesia mulai memiliki kehidupan bersosial dan berpolitik. Kerajaan bercorak hindu dan islam secara bertahap mulai muncul dan perlahan menumbuhkan kesenian serta kebudayaan yang relefan dengan kehidupan lingkungan masyarakat mereka.
Pada masa tersebut tari menjadi sebuah ritual penting yang disajikan dalam acara keagamaan. Hal ini dapat kita ketahui dari peninggalan masa hindu berupa relief pada berbagai situs purbakala yang mana kebanyakan dari relief tersebut menggambarkan sebuah tarian yang dilakukan oleh para wanita.
Sementara itu seni tari pada masa perkembangan islam di nusantara dapat kita ketahui dari kitab babad yang di dalamnya memuat kehidupan kerajaan pada masa tersebut dan salah satunya ialah tentang keberadaan Serimpi dan Bedaya. Serimpi dan bedaya adalah sebutan bagi abdi kerajaan yang bertugas menari sebagai bentuk sajian hiburan baik bagi raja dan keluarga istana maupun bagi tamu agung.
Jaman Kemerdekaan
Perkembangan kesenian tari di Indonesia mengalami peningkatan dan mendapat perhatian pada masa kemerdekaan. Terbukti dengan banyaknya seni tari kreasi baru atau modern yang diciptakan oleh para seniman di Indonesia.
Pada awal kemerdekaan tari tradisional yang muncul pasa masa kerajaan hindu dan islam perlahan mulai tersingkirkan. Namun berkat kesadaran serta usaha dari pemerintah dan para seniman usaha revitalisasi seni tari mulai dilakukan. Hal ini tentu sedikit banyak membuktikan bahwa seni tari yang dikenal oleh masyarakat daerah perlahan menjadi kekayaan nasional. Seniman-seniman tari pada era tersebut juga bermunculan cukup banyak baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Demikian sekilas tentang periodisasi tari di Indonesia, selamat membaca!♡
Komentar
Posting Komentar